Sah! ESDM Tetapkan Kuota PLTS Atap PLN 2024-2028, Ini Datanya

Government

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan Keputusan Dirjen Ketenagalistrikan Nomor 279.k/TL.03/DJL.2/2024 tentang Kuota Pengembangan Sistem PLTS Atap PLN Tahun 2024-2028.

Hal ini terungkap atas surat Dirjen Ketenagalistirkan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu kepada Dirut PLN Darmawan Prasodjo pada 27 Mei 2024 yang diterima CNBC Indonesia, Selasa (4/6/2024).

Berikut ketentuan aturannya: Dalam diktum kesatu aturan anyar ini memutuskan untuk, menetapkan kuota pengembangan sistem PLTS Atap PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tahun 2024 sampai dengan Tahun 2028 yang selanjutnya disebut Kuota PLTS Atap PLN 2024 s/d 2028 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Direktur Jenderal ini.

 

“PLN agar menyusun kuota pengembangan Sistem PLTS Atap berdasarkan clustering dengan mengacu pada Kuota PLTS Atap PLN 2024 s/d 2028 sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu,” terang Diktum Kedua beleid baru yang diteken Dirjen Ketenagalistrikan pada 27 Mei 2024, dikutip Selasa (4/6/2024).

Dalam diktum ketiga disebutkan bahwa: PT PLN wajib melaporkan

a. melaporkan Kuota Pengembangan Sistem PLTS Atap

berdasarkan clustering sebagaimana dimaksud dalam DIKTUM KEDUA kepada Direktur Jenderal Ketenagalistrikan dan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi; dan

b. mempublikasikan Kuota Pengembangan Sistem PLIS Atap berdasarkan clustering sebagaimana dimaksud dalam DIKTUM KEDUA melalui laman, aplikasi, dan/atau media sosial PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), dalam jangka waktu paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak Keputusan Direktur Jenderal ini ditetapkan.

 

“PLN wajib menyampaikan laporan penggunaan sistem PLTS Atap untuk setiap golongan tarif pada masing-masing wilayah sistem tenaga listrik kepada Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi dengan tembusan kepada Direktur Jenderal Ketenagalistrikan secara berkala setiap bulan,” ungkap Diktum Keempat.

Diktum Kelima: Dalam hal tertentu apabila diperlukan, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan dapat memerintahkan PT PLN untuk mengubah kuota pengembangan sistem PLTS Atap sebagaimana dimaksud dalam DIKTUM KEDUA, dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) wajib menyampaikan perubahannya kepada Direktur Jenderal Ketenagalistrikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya Jisman P. Hutajulu mengungkapkan bahwa penentuan kuota PLT Atap tersebut tidak lain adalah dikarenakan adanya sifat intermiten atau ketidakpastian sumber energi yakni surya di siang hari.

“Perlu disadari bahwa PLTS atap memiliki sifat intermiten sehingga pengembangan PLTS atap harus dihitung secara cermat dengan memperhatikan keandalan sistem sehingga perlu ditetapkan kuota PLTS setiap tahunnya yang masuk ke sistem,” jelas Jisman dalam acara Sosialisasi Permen ESDM 2/2024, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (5/3/2024).

 

Berikut daftar kuota pengembangan sistem PLTS Atap PLN 2024-2028:

Sumatera

2024: 35,0 MW

2025: 45,0 MW

2026: 60,0 MW

2027: 70,0 MW

2028: 80,0 MW

 

Kalimantan Barat

2024: 7,1 MW

2025: 9,8 MW

2026: 16,4 MW

2027: 17,2 MW

2028: 18,5 MW

 

Kalseltengtim

2024: 22,1 MW

2025: 34,0 MW

2026: 58,7 MW

2027: 62,8 MW

2028: 68,3 MW

 

Kalimantan Utara

2024: 0,8 MW

2025: 1,1 MW

2026: 1,9 Mw

2027: 2,0 MW

2028: 2,2 MW

 

Jawa Madura Bali

2024: 825,0 MW

2025: 900,0 MW

2026: 910,0 MW

2027: 1.010,0 MW

2028: 1.400 MW

 

Sulutgo

2024: 0,2 MW

2025: 0,4 MW

2026: 0,6 MW

2027: 0,8 MW

2028: 1,0 MW

 

Sulbagsel

2024: 8,0 MW

2025: 10,0 MW

2026: 12,0 MW

2027: 14,0 MW

2028: 16,0 MW

 

Maluku dan Maluku Utara

2024: 0,7 MW

2025: 1,0 MW

2026: 1,2 MW

2027: 1,4 MW

2028: 1,7 MW

 

 

Papua dan Papua Barat

2024: 0,8 MW

2025: 1,1 MW

2026: 1,3 MW

2027: 1,6 MW

2028: 1,9 MW

 

Nusa Tenggara Barat

2024: 0,9 MW

2025: 1,2 MW

2026: 1,5 MW

2027: 1,8 MW

2028: 2,2 MW

 

Nusa Tenggara Timur

2024: 0,6 MW

2025: 0,7 MW

2026: 0,9 MW

2027: 1,1 MW

2028: 1,3 MW

 

Jumlah

2024: 901 MW

2025: 1.004 MW

2026: 1.065 MW

2027: 1.183 MW

2028: 1.539 MW

Bagikan halaman ini

Berita Terkait

Youtube : Undecided with Matt Ferrel
Why China Built the World’s Largest Air Battery Lithium-ion batteries are great for about 4 hours of storage. After that, the price stops making sense. So China built an alternative out of thin air: the world’s largest compressed air battery, a salt cavern energy storage system with no lithium and no fuel burned to get the power back out. The pitch is that it beats lithium at long-duration energy storage. But run the math on how long it actually lasts, and the answer comes out to 4 hours too, exactly where lithium already wins. So is China’s giant air battery...
Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss merampungkan rangkaian serah terima hibah peralatan Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kepada tujuh institusi pendidikan dan pelatihan vokasi melalui Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD). Proyek yang merupakan bentuk kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) dengan Swiss State Secretariat for Economic Affairs SECO, serta melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan Kementerian Ketenagakerjaan ini, kini menjangkau 10 politeknik dan 8 BPVP di seluruh Indonesia pada Fase II yang berjalan sejak Oktober 2025 hingga akhir 2028. Rangkaian serah terima peralatan laboratorium PLTS dimulai pada 13...
Jakarta, 21 Januari 2026 – Dalam rangka mendukung pencapaian target Net-Zero Emission 2060 dan percepatan transisi energi nasional, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss kembali mempertegas komitmen bersama dalam pengembangan sumber daya manusia sektor energi terbarukan melalui peluncuran Renewable Energy Skills Development (RESD) Fase 2. Peluncuran program kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang ditandatangani antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) dan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) pada 2 Oktober 2025, yang disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Swiss & Federal Councillor Guy Parmelin, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral...

Halo! Melalui REI, kamu bisa belajar, akselerasi karir, dan temukan talenta terbaik di energi terbarukan⚡

Yuk, pilih yang ingin kamu dalami 👇