MENTARI (Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia)

Campaign

Tentang MENTARI

MENTARI (Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia) adalah program kemitraan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Inggris yang dibentuk untuk memajukan pemanfaatan energi rendah karbon, mendukung transisi energi Indonesia yang adil.

Program ini dimulai pada tahun 2020, dipimpin oleh Kedutaan Besar Inggris Jakarta dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia. MENTARI dilaksanakan oleh konsorsium yang dipimpin oleh Palladium International dan terdiri dari Castlerock Consulting, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Hivos), dan Economic Consulting Associates (ECA).

Latar Belakang

Kebijakan Energi Nasional terbaru di Indonesia menetapkan target 23% dari total pasokan energi primer yang berasal dari sumber energi baru dan terbarukan pada tahun 2030, dan 31% pada tahun 2050. Namun, pada tahun 2022, penetrasi energi terbarukan di Indonesia baru mencapai 12%. Hambatan umum transisi energi yang diidentifikasi oleh para pelaku industri mencakup lanskap regulasi yang kurang stabil, akses ke keuangan yang terbatas, dan proyek energi terbarukan berkualitas tinggi yang ditawarkan masih sedikit.

Indonesia perlu mengembangkan proyekย off-gridย danย on-gridย dengan cepat untuk mencapai ambisi transisi energinya. Dengan latar belakang tersebut dan untuk membantu proses tersebut, pemerintah Inggris meluncurkan program bantuan teknis bilateral, MENTARI, yang merupakan singkatan dari โ€˜Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesiaโ€™.

Dukungan MENTARI

Tujuan utama program MENTARI adalah sebagai katalis untuk mempercepat transisi energi Indonesia menuju sektor kelistrikan yang lebih bersih. MENTARI mendukung lingkungan politik, ekonomi dan kebijakan yang diperlukan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan meningkatkan jumlah proyek energi terbarukan.

Melalui kerja sama erat dengan pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya meningkatkan lingkungan yang kondusif dan mendorong investasi, MENTARI menunjukkan potensi energi rendah karbon untuk mendorong pembangunan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan inklusi sosial di Indonesia, sekaligus membantu mengurangi dampak perubahan iklim dan lingkungan.

Pilar MENTARI

Kebijakan

Meningkatkan kebijakan, peraturan dan pedoman pendukung yang menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif di sektor energi rendah karbon, dengan memberikan rekomendasi kebijakan dan peningkatan kapasitas pemangku kepentingan utama di sektor energi.

Perantara Investasi

Menjembatani kesenjangan antara pendanaan yang tersedia dan proyek yang layak, serta mendukung pengembangan mekanisme pembiayaan yang inovatif, dan membantu mendorong investasi untuk proyek energi rendah karbon.

Proyek Demonstrasi

Melaksanakan proyek energiย off-gridย berskala kecil di Indonesia bagian timur untuk menunjukkan model bisnis yang dapat ditiru dan layak secara ekonomi, serta menghasilkan manfaat pertumbuhan ekonomi inklusif bagi masyarakat pedesaan.

Kolaborasi, Peningkatan Kapasitas, dan Berjejaring

Mengembangkan peningkatan kapasitas, keterlibatan dan kemitraan di sektor energi di Indonesia dan tingkat internasional dengan menciptakan kemitraan pertukaran pengetahuan, menyelenggarakan lokakarya dan acara, serta mengkoordinasikan kegiatan donor.

Program ini mengarusutamakan gender dan inklusi di semua kegiatannya untuk memastikan semua kelompok, termasuk perempuan dan kelompok terpinggirkan, memiliki akses yang adil terhadap peluang kerja dan bisnis, serta energi terbarukan yang bersih, andal, dan terjangkau.

Bagikan halaman ini

Berita Terkait

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss merampungkan rangkaian serah terima hibah peralatan Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kepada tujuh institusi pendidikan dan pelatihan vokasi melalui Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD). Proyek yang merupakan bentuk kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) dengan Swiss State Secretariat for Economic Affairs SECO, serta melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan Kementerian Ketenagakerjaan ini, kini menjangkau 10 politeknik dan 8 BPVP di seluruh Indonesia pada Fase II yang berjalan sejak Oktober 2025 hingga akhir 2028. Rangkaian serah terima peralatan laboratorium PLTS dimulai pada 13...
Jakarta, 21 Januari 2026 โ€“ Dalam rangka mendukung pencapaian target Net-Zero Emission 2060 dan percepatan transisi energi nasional, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss kembali mempertegas komitmen bersama dalam pengembangan sumber daya manusia sektor energi terbarukan melalui peluncuran Renewable Energy Skills Development (RESD) Fase 2. Peluncuran program kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang ditandatangani antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) dan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) pada 2 Oktober 2025, yang disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Swiss & Federal Councillor Guy Parmelin, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral...
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) menyelenggarakan Rapat Komite Pengarah Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) pada 11 September 2025, berlokasi di Ruang Sasaringan, Gedung BPSDM ESDM. Pertemuan ini bertujuan untuk meninjau pencapaian program RESD Fase 1 yang telah berlangsung sejak Desember 2020 hingga Juli 2025, memaparkan hasil evaluasi proyek, dan menyepakati rencana pengembangan program untuk fase kedua. Forum ini sekaligus menjadi wadah koordinasi strategis antar kementerian dan lembaga terkait, khususnya dalam hal pengembangan tenaga kerja yang kompeten dalam rangka mendukung transisi energi di Indonesia menuju energiย  bersih dan ramah lingkungan.   Rapat Komite...

Halo! Melalui REI, kamu bisa belajar, akselerasi karir, dan temukan talenta terbaik di energi terbarukanโšก

Yuk, pilih yang ingin kamu dalami ๐Ÿ‘‡