Learning Hub
Potensi ET di Indonesia
- Terakhir diupdate: 31 Agustus 2026
Peta Potensi Energi Terbarukan Indonesia
Peta potensi energi terbarukan (EBT) ini dibuat dan terus dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE), Badan Litbang, dan Kementerian ESDM, dalam rangka mendukung pengambilan kebijakan pengembangan EBT dan menyediakan informasi secara akurat, aktual, dan komprehensif kepada publik.
Pengembangannya melalui pemutakhiran 5 peta potensi yang telah dirilis di ESDM One Map pada akhir 2021, yakni Peta Potensi Energi Angin dan Peta Potensi Energi Surya, serta penambahan 3 peta peta potensi, yakni Peta Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung, Peta Potensi Hidro Bendungan, dan Peta Potensi Sampah Kota.
Kelima peta potensi di atas dapat diakses di:
Kajian Peta Potensi Teknis Energi Terbarukan di Indonesia
Pada bulan Oktober 2021, Institute for Essential Services Reform (IESR) meluncurkan kajian berjudul “Beyond 443 GW: Indonesia’s Infinite Renewable Energy Potentials” yang berisi data pemetaan potensi teknis EBT di Indonesia dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Kajian ini dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah dan pemangku kebijakan dalam membuat perencanaan dan mengalokasikan sumber daya untuk memanfaatkan potensi EBT. IESR juga berharap kajian ini membantu pemerintah daerah dalam memanfaatkan potensi sumber daya EBT di wilayah kewenangannya.
Dalam kajian ini disebutkan bahwa total potensi di Indonesia mencapai 7.879,4 GW(skenario 1) atau 6.811,3 Gigawatt (skenario 2), yang terdiri atas:
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 7.714,6 GW(skenario 1) dan 6.749,3 GW(skenario 2)
- Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebesar 28,1 GW(skenario 1) dan 6,3 GW(skenario 2),
- Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) sebesar 19,8 hingga 106 GW
- Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) 30,73 GW.
Menurut penulis kajian, data potensi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan yang tertera dalam dokumen Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), yakni sebesar 443 GW, karena potensi EBT di Indonesia sangat melimpah. Bahkan, potensi tersebut lebih besar dari yang dibutuhkan untuk mencapai dekarbonisasi mendalam atau target nol emisi 2050. Selain itu, data RUEN belum diperbarui sejak 2014.
Kajian dapat diakses di:
Referensi
- Pemutakhiran Peta Potensi Energi Baru Terbarukan oleh P3TEKEBTKE pada ESDM One Map – onemap.esdm.go.id
- Beyond 443 GW – Potensi Energi Terbarukan Indonesia – iesr.or.id



