career
Perempuan & Karier Energi Bersih
Perempuan & Karier Energi Bersih
Siapa bilang energi terbarukan hanya untuk laki-laki? Kenalan yuk dengan para srikandi tangguh yang berani mendobrak batas dan berkarya di garis depan sektor energi bersih Indonesia! Dari insinyur lapangan hingga pemimpin asosiasi, mereka adalah bukti nyata bahwa semangat dan keahlian perempuan mampu menerangi masa depan kita. Kisah-kisah inspiratif ini menunjukkan bahwa sektor energi bersih terbuka bagi siapa saja, termasuk perempuan, untuk berkarya dan mencapai kesuksesan!


Putri Ananda
Field Engineer
Xurya Daya Indonesia
Dari ilmu peternakan ke teknisi surya? Kenalan dengan Putri Ananda, Field Engineer tangguh dari Xurya Daya Indonesia! Putri membuktikan bahwa dengan tekad kuat, latar belakang studi apa pun bukan halangan untuk mengejar passion di energi terbarukan. Ia mengikuti program pelatihan Teknisi PLTS di BPVP Banda Aceh dan berjuang meyakinkan orang tua hingga diizinkan “merantau” ke Surabaya untuk menjadi salah satu teknisi PLTS yang handal.
Tonton video Putri untuk melihat langsung semangatnya di lapangan!

Mada Ayu Habsari
Chairwoman
Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI)
Sosok pemimpin yang membawa perubahan? Yuk, kenalan dengan Mada Ayu Habsari, Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI). Sebagai motor penggerak di industri energi surya, Mada memiliki visi besar untuk masa depan energi Indonesia yang lebih hijau. Kisahnya menunjukkan kepemimpinan dan dedikasi luar biasa dalam memajukan sektor energi terbarukan di tingkat nasional.
Simak perjalanan Mada Ayu Habsari dan dapatkan inspirasi kepemimpinan dari salah satu tokoh penting di energi terbarukan!

Anggita Pradipta
Head of Marketing
SUN Energy
Seorang ibu dua anak yang sukses memimpin di sektor energi terbarukan? Itulah Anggita Pradipta, Head of Marketing SUN Energy! Lulusan psikologi ini menemukan panggilan mulia di energi bersih dan berhasil menyeimbangkan perannya sebagai ibu dan profesional. Anggita membagikan tips penting tentang adaptasi dan terus belajar agar relevan di industri yang dinamis ini.
Pelajari bagaimana ia menjaga keseimbangan dan terus berkarya!

Anisa Ramadhani
Permit & License Engineer
Atap Surya Nusantara
Ingin tahu relevansi pendidikan dengan karir di energi terbarukan? Simak kisah Anisa Ramadhani, lulusan program Spesialisasi Energi Terbarukan dari Politeknik Negeri Jakarta yang kini menjadi Permit & License Engineer di PT Atap Surya Nusantara. Anisa membuktikan bagaimana kurikulum yang tepat dan lingkungan yang positif dapat membentuk jalan kesuksesan.
Dapatkan inspirasi dari Anisa tentang pentingnya berjejaring dengan rekan dan teman yang bisa saling memotivasi!

Grita Anindarini
Senior Strategist
Indonesian Center for Environmental Law (ICEL)
Grita Anindarini (Ninda) memperoleh beasiswa Chevening dan meraih gelar LL.M in Energy Law dari University of Aberdeen, UK pada 2018. Sebelumnya, Ninda mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia. Ninda juga pernah mengikuti short course di IHE Institute for Water Education, Delft, Belanda untuk mendalami isu tata kelola sumber daya air. Di ICEL, saat ini Ninda berkontribusi utamanya dalam riset dan advokasi terkait tata kelola energi dan pertambangan, isu perubahan iklim, serta hukum administrasi lingkungan.
Dalam hal ini, Ninda aktif dalam melakukan penelitian hukum serta terlibat dalam penyusunan beberapa peraturan di bidang lingkungan hidup dan sumber daya alam, baik di tingkat nasional maupun daerah. Selain itu, Ninda merupakan pengajar hukum lingkungan dan hukum energi serta banyak terlibat dalam pengembangan kapasitas bagi para penegak hukum maupun masyarakat. Ninda juga aktif menjadi narasumber maupun mempublikasikan tulisan pada forum dan publikasi di tingkat internasional dan nasional.

Ni Putu Yuta Febiyanti
Logistics & Engineering Assistant
PT Janar Solar Energy
Bagi Febi, memilih jurusan Teknik Elektro bukan keputusan yang datang tanpa keraguan.
Sejak awal kuliah di D3 Teknik Listrik, ia sempat ragu karena melihat betapa dunia ini masih begitu didominasi laki-laki. Di angkatannya sendiri, hanya ada empat perempuan yang berani ambil program studi ini. Namun setelah benar-benar terjun, ia menemukan bahwa tantangan terbesarnya justru bukan soal ilmu, melainkan soal keberanian untuk berdiskusi dan belajar setara dengan rekan-rekan laki-lakinya.
“Menurut saya nggak semua orang bisa masuk ke dunia elektro, itu nggak mudah. Tapi begitu sudah terjun, kita jadi tahu tantangannya,” ujarnya.
Ketertarikannya pada energi terbarukan tumbuh saat ia melihat pesatnya perkembangan teknologi energi bersih, terutama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang kini semakin banyak dipasang untuk mendukung target net zero emission. Dorongan itu membawanya melanjutkan studi ke Program Studi D4 Teknik Otomasi Spesialisasi Energi Terbarukan di Politeknik Negeri Bali pada tahun 2024–2025, sebuah langkah yang memperdalam pengetahuannya khusus di bidang PLTS.




