Institut Riset Baterai Nasional Gelar Pelatihan untuk 8 Politeknik Negeri

Education
Technology
Regional
Government
Education
Economy
Campaign

KOMPAS.com – Sebanyak 18 dosen dari delapan politeknik negeri di Indonesia mengikuti kegiatan “Training of Trainers: Battery for Renewable Energy” yang digelar National Battery Research Institute (NBRI).

Mereka berasal dari delapan politeknik negeri yakni PEM Akamigas Cepu, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Negeri Ambon, dan Politeknik Manufaktur Bandung.

Kegiatan ini merupakan kerja sama NBRI dan Renewable Energy Skill Development (RESD) Project di bawah GFA Consulting Group. Pelatihan berlangsung di kantor NBRI kawasan Bogor, Jawa Barat dan digelar selama 5 hari yakni pada 13-17 Maret 2023.

Peserta pelatihan merupakan dosen-dosen yang mengajar mata kuliah bertopik energi terbarukan dari delapan politeknik negeri mitra ternama di Indonesia. Sebagian besar peserta bergelar master, satu orang sudah bergelar professor.

Pendiri NBRI sekaligus peneliti BRIN Prof. Evvy Kartini menjelaskan program ini memungkinkan dosen belajar teknologi baterai terbaru, aplikasinya sebagai medium penyimpanan untuk energi terbarukan, dan teknik pemeliharaan yang kemudian dapat disampaikan kepada mahasiswa.

“Para dosen yang mengikuti pelatihan ini sebelumnya telah mengikuti pelatihan ToT Basic Solar di Bandung, ToT Advanced Solar di Bali, ToT Lab Equipment Solar di Manado, dan ToT Advanced Practical Solar di Manado dan saat ini sedang mempelajari implementasinya dengan menggunakan baterai,” jelas Prof Evvy.

Sebagai informasi, NBRI adalah lembaga ilmu pengetahuan dan teknologi penyimpanan energi elektrokimia independen di Indonesia. NBRI menjadi platform yang mempertemukan ilmuwan, akademisi, mitra industri, pemerintah, dan semua pemangku kepentingan yang fokus pada teknologi baterai.

NBRI juga mendukung penelitian, pelatihan, dan pendidikan serta bertujuan berkontribusi pada keseluruhan kapasitas penelitian dan lingkungan pelatihan di Indonesia dalam riset baterai. “Kami sangat senang untuk berkolaborasi dengan Renewable Energy Skill Development (RESD) Project untuk menawarkan program pelatihan ini,” lanjut Prof. Evvy.

Indonesia “Raja Baterai Dunia”

Menurutnya, ambisi Indonesia untuk menjadi raja baterai dunia masih sekadar mimpi. Pasalnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Meski Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang sangat menunjang kelahiran industri baterai, namun sampai saat ini belum ada terlihat arah jelas untuk mewujudkan industri baterai tersebut.

Prof Evvy menyebutkan, mempunyai sumber daya alam berupa nikel yang besar belum tentu serta-merta menjadikan Indonesia dengan mudah bisa menjadi raja baterai di dunia. “Nikel saja tidak cukup. Untuk membuat baterai masih dibutuhkan bahan-bahan lainnya seperti lithium,” jelas Prof Evvy.

Ia mengungkapkan saat ini, sumber lithium terbanyak di dunia diproduksi oleh Australia, Chili, Argentina, dan China. Padahal, di Indonesia sendiri sebetulnya mempunyai potensi untuk memproduksi lithium yang sumbernya amat banyak.

Problemnya, menurut Prof Evvy, Indonesia seperti tidak punya fokus dalam mengembangkan baterai. “Jika saja fokus pengembangan itu ada, maka akan mendorong lebih banyak industri lain yang mendukung industri baterai,” ujarnya.

Untuk mewujudkan ambisi menjadi raja baterai dunia Prof Evvy menyebutkan Indonesia setidaknya harus menguasai tiga hal penting ini yakni sumber daya alam (SDA), penguasaan teknologi dan sektor downstream dan pasar.

“Penguasaan teknologi penting untuk mengolah nickel ore kadar rendah menjadi bahan baku baterai,” tegasnya.

Selain Prof Kartini, pelatihan juga meghadirkan Martin Stottele (Ketua Tim dari Renewable Energy Skill Development (RESD) Project di bawah GFA Consulting Group) dan Albertus Susetyo Edi Prabowo (Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Listrik, Energi Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral). Selan itu pelatihan juga menghadirkan pembicara Beny Bandanadjaja (Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Institut Riset Baterai Nasional Gelar Pelatihan untuk 8 Politeknik Negeri”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/edu/read/2023/03/13/175942371/institut-riset-baterai-nasional-gelar-pelatihan-untuk-8-politeknik-negeri?page=all#page3.
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Bagikan halaman ini

Berita Terkait

Eduwara
Education
Eduwara.com, BLORA – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Vokasi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), bekerja sama dengan Pemerintah Konfederasi Swiss melalui proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Advance Maintenance, Commissioning, Fault Finding, Trouble Shooting of Solar PV and SCADA. Diklat yang diselenggarakan di PEM Akamigas pada 29 Januari-9 Februari 2024 ini merupakan lanjutan dari diklat yang sama yang diselenggarakan di Bali pada 8-9 Januari 2024. Materi ToT meliputi ToT: Basic Maintenance, Commissioning, Fault Finding, Trouble Shooting of Solar PV and SCADA. Kemudian, ToT: Advance Maintenance, Commissioning, Fault...
CNBC
Government
Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sudah menyetujui revisi Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 26 tahun 2021 tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang Terhubung pada Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan (EBT) Ditjen EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andriah Feby Misna mengatakan bahwa aturan tersebut sudah disetujui oleh Jokowi sejak awal Januari 2024. “Sudah di-approve Presiden (Jokowi), sudah ditandatangani Pak Menteri (ESDM Arifin Tasrif) sekarang tinggal proses perundangan saja,” ujar Feby saat ditemui di Kantor...
Poliupg
Education
Denpasar, Bali, 19 Januari 2024 — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bekerja sama dengan Swiss State Secretariat for Economic Affairs SECO, berhasil menyelenggarakan pelatihan dosen dari lima politeknik negeri dengan fokus pada “Solar Fotovoltaik dan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA): Pemeliharaan, Commissioning, Fault Finding, dan Troubleshooting.” Pelatihan berlangsung sejak 8 hingga 19 Januari 2024, bertujuan memperkuat implementasi program Diploma 4 Spesialisasi 1 Tahun Energi Terbarukan yang diluncurkan sejak tahun ajaran 2022/2023 lalu. Seri pelatihan dua minggu ini merupakan bagian dari upaya penguatan kompetensi dosen di bawah kerangka kerja sama Indonesia-Swiss melalui proyek...

Jelajahi peluang karir di Indonesia atau temukan bakat luar biasa di sektor energi terbarukan

Portal ini bertujuan mempertemukan pencari kerja dan penyedia kerja di sektor energi terbarukan. Temukan pekerjaan impian atau cari pekerja yang tepat untuk perusahaan Anda dengan mudah dan cepat. Bergabunglah sekarang!