Learning Hub
Energi Surya
- Terakhir diupdate: 21 November 2025
Gambaran Umum โ๏ธ
Potensi โก๏ธ
๐ฎ๐ฉ Indonesia memiliki potensi energi surya sebesar 207.898 MWp yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Potensi ini terbilang tinggi karena salah satu faktornya adalah letak geografis Indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa. โก๏ธNamun, penggunaan dari potensi ini pada pembangkit listrik baru sekitar 153,8 MWp. Penggunaan ini tersebar, baik yang digunakan sebagai pembangkit listrik langsung ataupun digunakan oleh pelanggan PLN di atap rumahnya.Teknologi ๐
๐ Komponen utama Pembagkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah panel surya yang digunakan sebagai media konversi tenaga surya menjadi tenaga listrik dan inverter sebagai alat perubah arus dari panel surya yang berupa arus searah (DC-Direct Current) menjadi arus bolak-balik (AC-Alternating Current).
โ ๏ธ Dalam pemanfaatannya, PLTS terbagi menjadi 3 sistem yaitu sistem off-grid, sistem on-grid, dan sistem hybrid.
๐ Sistem off-grid merupakan PLTS yang mandiri karena tidak terhubung oleh pembangkit listrik lain, sehingga pada sistem ini membutuhkan baterai sebagai alat penyimpan energi.ย

๐ Sistem on-grid adalah sistem yang paling umum digunakan oleh pelanggan PLN karena pada sistem ini PLTS terhubung dengan pembangkit listrik lain sebagai back-up.

๐ Sedangkan sistem hybrid adalah sistem perpaduan antara sistem on-grid dan off-grid.

Perkembangan Terbaru ๐
๐ Dalam pengembangannya di Indonesia, pemerintah terus mendorong agar pemanfaatan energi surya terus meningkat. Selain untuk mencapai target bauran energi sebesar 6,5 GWp pada tahun 2025, juga untuk menurunkan emisi gas rumah kaca di sektor pembangkit.ย
๐ Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat total potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang dapat dikembangkan d Indonesia adalah sebesar 32,5 gigawatt (GW). Potensi tersebut:
๐ paling banyak berasal dari sektor rumah tangga sebesar 19,8 GW; diikuti
๐ sektor bisnis 5,9 GWย
๐ sosial 4,6 GW
๐ industri 1,9 GWย ย
๐ pemerintah 0,3 GWย
๐ก Saat ini pemerintah sedang melaksanakan program implementasi PLTS Atap yang ditargetkan mencapai 3,61 GW pada tahun 2025. Program ini menjadi bagian dari strategi pengembangan energi terbarukan di Indonesia, di luar pembangunan PLTS dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).ย
โคด๏ธ Per akhir 2023, terdapat 8.941 pelanggan PLTS Atap di seluruh Indonesia dengan kapasitas 149 MWp, yang didominasi oleh pelanggan rumah tangga di Jawa Barat, disusul oleh Jakarta, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.
๐ฐ Dengan fokus pada pemanfaatan atap, khususnya di rumah tangga, maka biaya yang terserap dari aspek lahan bisa dikurangi. Selain itu, program ini dapat menghemat tagihan listrik pelanggan, mendapatkan listrik dari sumber energi terbarukan, dan berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca.
Cerita Baik ๐
๐ค Peningkatan bauran energi terbarukan perlu kolaborasi dari banyak pihak, termasuk sektor swasta. Sebagai salah satu pengembang energi surya, PT SUN Energy turut andil membangun PLTS berbasis kampus bersama dengan 11 universitas di Indonesia. Beberapa universitas yang telah berbasis PLTS sebagai salah satu sumber energinya adalah:
๐ Institut Teknologi Sumatera (ITERA);
๐ Institut Teknologi Bandung (ITB);
๐ Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP);
๐ Universitas HKBP Nommensen Medan;
๐ Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar;
๐ Institut Teknologi Del;
๐ Universitas Tanjungpura;
๐ Institut Teknologi Nasional Malang;
๐ Politeknik Negeri Bengkalis; danย
๐ Universitas Negeri Manado.
๐ Harapannya PLTS berbasis kampus, atau institusi pendidikan pada umumnya, dapat memasok energi berbasis energi terbarukan, menghemat penggunaan listrik, mendekatkan energi terbarukan dan meningkatkan keinginan mempelajari energi terbarukan pada anak muda, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang diperlukan dalam akselerasi energi terbarukan di Indonesia.ย
๐ข Sudah ada banyak kampus lain yang juga mengembangkan energi terbarukan di gedung-gedung mereka bekerja sama dengan sektor swasta. Oleh karena itu, makin banyak kontribusi sektor swasta dalam pengembangan PLTS Atap di kampus akan semakin mendorong permintaan penggunaan energi terbarukan dan juga potensi pekerjaan hijau di sektor energi terbarukan.
โ๏ธ Beroperasi sejak Desember 2015, PLTS Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, ini dapat mencukupi kebutuhan listrik sebanyak 5.500 rumah tangga dengan kapasitas sebesar 5 MW. Pembangunan PLTS ini membawa angin segar bagi masyarakat Kupang yang sebelumnya mengalami hambatan dalam penggunaan listrik. Mulai dari kerusakan mesin, kekurangan pasokan, dan lainnya yang tentunya menghambat kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
๐ค๏ธ Diresmikan langsung oleh Bapak Presiden Joko Widodo, PLTS yang dibangun oleh PT Len Industri (Persero) ini adalah PLTS IPP pertama dan terbesar di Indonesia. PLTS Ini menerapkan konsep investasi mandiri dengan persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 69% dengan jumlah 22.008 PV modul Len dan berdiri di atas tanah seluas 7.5 hektar.ย
๐ ๏ธ PT Len Industri juga bertanggung jawab pada peningkatan kapasitas tenaga lokal untuk perawatan produk dan sistem PLTS, kemudahan pengadaan suku cadang, garansi panel surya selama 25 tahun, dan pemantauan secara daring. Harapannya, proyek ini tidak hanya sekadar mengejar target 35.000 MW tapi juga membantu mengurangi emisi karbon dari penggunaan bahan bakar fosil dan meningkatkan kapasitas masyarakat lokal terkait energi terbarukan.
๐ Pembangunan PLTS Terapung Cirata, Purwakarta, Jawa Barat, sebesar 145 MWAc adalah yang terbesar di Asia Tenggara.ย
๐ฐ Ada tiga lembaga keuangan yang mendanai proyek ini yaitu Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Societe Generale, dan Standard Chartered Bank. memasok listrik untuk 50.000 rumah, serta menyerap tenaga kerja hingga 800 orang.ย Selain memberikan manfaat ke masyarakat lokal, PLTS Terapung Cirata dapat menjadi pembelajaran dan transfer teknologi dalam pengembangan energi terbarukan.

Ingin tahu berapa kapasitas optimum pemasangan PLTS atap untuk rumah atau kantor?
Sekarang sudah banyak kalkulator PLTS atap online. Salah satu aplikasi kalkulator tersebut adalah E-SMART yang dikembangkan oleh Kementerian ESDM. Selain itu, terdapat beberapa kalkulator PLTS yang dikembangkan oleh BUMN dan swasta, antara lain oleh PT Surya Energi Indotama dan Sunterra serta lembaga riset seperti IESR.
Referensi
- Rencana Umum Energi Nasional
- Laporan Kinerja Ditjen EBTKE 2020 – esdm.go.id
- Coaction Indonesia
- Cerita Baik SUN Energy – kompas.comย
- Cerita Baik SUN Energy – wartaekonomi.co.id
- Perkembangan Terbaru (paragraf 2): republika.co.id
- Perkembangan Terbaru (paragraf 3): kompas.id
- Cerita Baik PLTS Oelpuah – republika.co.id
- Cerita Baik PLTS Oelpuah – len.co.id
- Cerita Baik PLTS Terapung Cirata – money.kompas.com
- Cerita Baik PLTS Terapung Cirata – ebtke.esdm.go.id


